Tamu Asing Pemuas Nafsu Istriku Yang Hyper Sex

Tamu Asing Pemuas Nafsu Istriku Yang Hyper Sexby on.Tamu Asing Pemuas Nafsu Istriku Yang Hyper SexTamu Asing Pemuas Nafsu Istriku Yang Hyper Sex – Linda adalah seorang wanita yang kunikahi sejak 6 tahun lalu. Aku mengenalnya disuatu penginapan karena Linda adalah sebagai penerima tamu disebuah hotel. Hingga akhirnya aku berkenalan dengan Linda, Ngentot bersama Linda dan akhirnya karena aku mencintainya, aku menikahi Linda, hingga sekarang. Sejak berpacaran aku sudah mengetahui kalau […]

Tamu Asing Pemuas Nafsu Istriku Yang Hyper Sex – Linda adalah seorang wanita yang kunikahi sejak 6 tahun lalu. Aku mengenalnya disuatu penginapan karena Linda adalah sebagai penerima tamu disebuah hotel. Hingga akhirnya aku berkenalan dengan Linda, Ngentot bersama Linda dan akhirnya karena aku mencintainya, aku menikahi Linda, hingga sekarang. Sejak berpacaran aku sudah mengetahui kalau Linda mempunyai nafsu Sex yang sangat besar sekali atau biasanya disebut dengan hyper Sex. Namun selama ini aku masih mampu mengimbangi keliaran istriku.

Setelah menikah denganku, istriku masih tetap bekerja sebagai penerima tamu ditempat yang sama saat pertama kali aku bertemu dengannya. Namun kebiasaannya melayani tamunya apakah masih sering dilakukannya aku gak tau, karena istriku sangat mudah sekali terangsang. Dengan sedikit sentuhan saja, libido istriku pasti sudah memuncak dan kalau sudah begitu, istriku pasti langsung minta untuk dientot. Namunkarena kepercayaanku pada istriku, aku gak pernah menanyakan tentang hal itu kepadanya.

Sampai akhirnya aku tau kalau kebiasaan istriku sejak dulu belum berubah. Namun yang anehnya aku hanya terdiam melihat istriku sedang disetubuhi oleh tamunya yang dari luar negri. Waktu itu istriku ijin untuk pulang terlambat karena dia harus menunggu tamunya yang dari luar negri datang, dan aku pun memberikan ijin kepada istriku, namun aku mempunyai firasat yang gak enak, hingga akhirnya tanpa sepengatuan istriku aku datang ketempat kerjanya. Kulihat istriku sedang menuggu seseorang, hingga tak berapa lama akhirnya seorang bule dengan badan tinggi dan perawakan gagah besar datang. Aku melihat begitu laki-laki itu datang, istriku langsung bangkit dari dudunya dan langsung menyambutnya, mungkin itu tamunya, ucapku dalam hati.

Setelah itu kemudian istriku mengantarkannya kekamar dan aku dengan diam-diam mengikutinya. Dan sampailah dikamar 205 yang letaknya tepat dipojok. Karena tempatnya sangat sepi, jadi aku bisa dengan bebas mengintip apa saja yang istriku dan tamunya akan lakukan. Setelah berbiacra dengan bahasa inggris dengan tamunya, dengan segera tamunya langsung memberikan rangsangan kepada istriku. Dengan sekejap aku melihat libido dan birahi istriku langsung memuncak. Dengan kebiasaan istriku yang jika birahiku sudah memuncak, dia langsung liar. Hidungnya mulai mengendusi bau ketiak tamunya. Bau asem itu pada situasi macam ini sungguh menjadi dambaan birahi. Libido istriku langsung terdongkrak. Sekarang bukan lembut lagi. Lidahnya sudah sampai ke tepi-tepi wilayah nikmat. Hidungnya terus mengendusi. Sesaat kemudian wajah istriku sudah tenggelam dalam ketiak lelaki itu. Hidungnya terus mengendus-endus untuk meraih aroma ketiaknya sebanyak yang bisa diraih.

Dengan terus mengangguk-angguk kecil dan meliuk, wajah itu merambah ceruk-ceruk berbulu milik lelaki itu. Lidah istriku dengan cepat membuat bulu-bulu ketiak itu kuyup oleh ludahnya. Dia isap semua rasa. Asin atau manis atau asem yang membangkitkan gairah dan birahi yang terus memburunya. Desahannya berubah menjadi dengusan. Istriku kegilaan. Terkadang nampak geregetannya datang. Kepalanya digeleng-gelengkankan secara cepat hingga rambutnya nampak bergoyang ombak, seperti babi yang menekan moncongnya yang mengaduk lubang di tanah. Dan memang yang tersisa hanyalah sifat hewaniahnya. Dan dengan pantatnya yang saat ini sudah nungging, dengusan dan gelengannya itu membuat sang lelaki berbalik-balik, ke kanan, kekiri yang disertai dengan regangan kaki-kakinya menahan nikmat. Nampak otot-otot kakinya itu bertonjolan. Dan tak kalah sengitnya, kontolnyapun mencuat kaku. Mengkilat dengan jamur rekah di ujungnya, kontol itu dilingkari oleh jaringan urat-urat darah yang memompa daging kontolnya melesak keatas, tegak, seakan meriam yang mau meledakkan pelurunya.

Istriku melirik ke kontol itu. Tapi membiarkannya. Dia bergeser ke ketiak lainnya di sebelah kiri. Dia ulangi pula hal-hal sebagaimana telah ia lakukan pada ketiak kanan tadi. Kali ini tubuh istriku menindih lelaki itu. Buah dadanya lekat pada buah dada sang lelaki. Lantas karena menahan amukan birahinya, sang lelaki menaik-naikkan pantatnya hingga kontolnya setiap kali menusuk-nusuk langit. Sekali lagi lirikan mata istriku dilepas. Dan kemudian tangan istriku bergerak turun, mulai mengelusi perut yang berambut menyambung ke jembutnya. Jari-jarinya menggapai dan meremas-remas. Sesekali kembali mengelus. Rasanya bisa diperkirakan. Wilayah itulah yang akan dirambah bibir istriku pada urutan berikutnya.

Kembali istriku mencari posisi yang pas. Dengan tetap nungging dengan tubuh telanjangnya istriku bergeser kanan sang lelaki. Tangannya terus meremas-remas penuh gereget. Bibirnya meluncur kebawah, mengulang jilatan dan gigitan sesaat pada dada, kemudian turun lagi. Begitu bibirnya menyentuh bulu-bulu perut di bawah puser, langsung melumat-lumat. Tak pelak lagi perut berbulu sang tamu kuyup oleh ludahnya. Terdengar erang dan desis tamunya yang disertai seringai di wajahnya. Otot-otot perutnya mengencang menahan kegelian. Ber-menit-menit istriku terus menjilati perut penuh bulu, sebelum bergeser lebih bawah lagi.

Sekarang tangan istriku sudah merambah ke wilayah selangkangan. Dielus-elusnya selangkangan kanan kemudian kirinya. Dan akhirnya juga genggaman, pijatan dan remasan untuk bijih pelernya. Ooocchh.. suara desahan itu .., begitu nikmat ditelinga ini, demikian batin istriku mendengar gelinjang desahan lelaki asing itu. Kini istriku sudah berada di antara paha lelaki itu. Dengan tetap nungging, istriku membenamkan mukanya ke rerimbunan jembut sang tamu. Bau lelaki dengan kuat menyergap hidungnya. Nafsu irahi istriku semakin meledak-ledak. Untuk cara-cara macam ini yang sama sekali belum pernah dia lakukan pada suaminya selama lebih 5 tahun mereka menikah.

Dengan genggaman tangan kanan yang mengelus naik turun batang kontol yang 22 cm itu, bibir, lidah dan gigitan istriku meratai batang dari pangkal, tengan hingga ujungnya. Dengan penuh rasa dan birahi kepala jamurnya dia jilat dan isap-isap. Ludahnya telah membasah di selangkangan lelaki itu. Bau lelaki dan ludahnya sendiri bercampur menjadi bau yang membuat vagina mengempot-empot minta di remasi. Ketika semua sudut dan titik di selangkangan tamunya sudah nggak ada yang lewat dari jilatannya, secara reflek lelaki itu mengangkat kedua pahanya ke atas, hingga tubuhnya melipat sampai betisnya menyentuh kanan dan kiri telinganya. Dan akibatnya adalah wilayah pantat hingga anus lelaki itu seperti ditawarkan untuk dirambah pula oleh bibir dan lidah istriku.

Sesaat nampak istriku ter-jengak. Bagi dia pemandangan macam ini sama sekali nggak pernah ter-impikan. Paha yang juga dipenuhi bulu-bulu, bijih peler, pantat dan anusnya yang juga penuh bulu terpampang langsung di depan wajahnya. Tapi jengak itu langsung berubah menjadi kegilaan birahi. Dengan menggoyang kepalanya untuk menyibak rambutnya, istriku merebah tengkurap dari nunggingnya, tangannya diasongkan ke depan meraih pantat itu. Kemudian dengan penuh bara nafsu istriku kembali mengecup dan menjilat.

Dari gundukkan daging bawah peler, turun lagi hingga lubang anus dia lumati habis. Lidahnya menari-nari mendesaki anus lelaki itu dan merasai semen anus itu. Hidungnya berusaha menangkap aromanya. Wwwoo.., sungguh eksaiting. Bau dan semen anus itu membuat dia menjadi begitu binal. Wajahnya digoyang-goyangkan untuk lebih terbenam lagi menyeruak ke bokong dan anus tamu asingnya. Dan dari atas sana terdengar suara merintih dan sekaligus seperti mengemis, ‘Terruuzz mmbakk , ttee..tteerruuzz, ayyoo mbakk, ..teruss.. jilatin yang banyakk.. oohh enakk..’, suara itu tak pernah lagi berhenti, ‘lidahnyaa.. maasszzuukkiinn.., tteerruuzz..oocchh.. aacchh’.

Dan tak terhindarkan lagi, kontol lelaki itu menyeruak dan mencuat menembaki langit-langit kamar pengantinnya. Nampak jamur dan lubang kencingnya yang merekah, mengkilat-kilat. Kontol itu sudah siap untuk menembusi memekku, demikian pikir istriku. Dan dengan kebinalan birahinya yang juga sudah berada dipuncaknya, istriku dengan sigap bangun, menurunkan kaki lelaki dari lipatannya kemudian menumpaki tamu asingnya ini. Dia duduk seperti naik kuda di perut lelaki itu dengan kaki-kakinya yang terlipat ke belakang sementara pantatnya, atau lebih tepat lubang kemaluannya dipernahkan ke arah kontol lelaki itu. Lantas sedikit menungging sambil tangan kirinya meraih batang 22 cm itu dan mengepaskan jamur merekahnya ke lubang vaginanya. Sesudah dirasakan pas ujung kontolnya menyentuh bibir-bibir kemaluannya, dia turun ke arah duduk mecoba mendesakkan kontol itu kelubang kemaluannya. Beberapa kali dia lakukan ulang-ulang sebelum kontol gede itu berhasil ditelan vaginanya.

Saking gedenya kontol itu saat melesak menembusi bibir-ibir memek istriku ikut tertekan melesak ke dalam. ‘Aacchh.. Maasszz, enak bangett.. uuchh’, terdengar desah istriku. Dia sesaat merasakan batang kontol itu dalam cengkeraman vaginanya. Dia rasakan setiap mili kontol tamunya menggosok saraf-saraf kemaluannya. Dia rasakan denyutan darah yang mengalir dalam batang gede panjang itu. uuhh.., nggak akan hal macam ini bisa dia dapatkan dari suaminya.

Kemudian pelan-pelan dia mulai tarik. Dia angkat pantatnya. Dia rasakan batang kontol itu menjalar keluar, dah uuhh.., gatalnya.. Kemudian dia masukkan lagi. Rasa semakin gatal menyerang vaginanya. Dia tarik lagi pantatnya. Masuk lagi. Keluar lagi. Masuk, keluar, masuk, keluar. Dan jadilah kocokkan. Yang satu batang menusuk, yang lain lubang menelan. Dan jantan betina di ranjang pengantin itu saling memompa. Terkadang bokong istriku nampak seperti mengulek. Pantatnya ditekan habis kemudian tubuhnya di tarik kedepan dan didorong kebelang berulang 2 atau 3 kali sebelum keduanya kembali saling pompa. Tempat tidur dan gambar di dinding ikut ber goyang-goyang. Riuh rendah desahan dan rintihan saling bersahut. Ruang sempit itu menyaksikan puncak-puncak penyelewengan istriku. Menyaksikan bagaimana dia tidak lagi mengabaikan suaminya. Bagaimana dia dengan lahap menjilati, mengisap-isap, mencium dan menggigiti bagian-bagian peka birahi tamu asingnya.

Saat-saat ledakkan kepuasan mendekat. Lelaki itu mempercepat kocokkan dengan pantatnya yang naik turun dan kontolnya yang menembusi kemaluan istriku terlihat seperti mesin hidrolik. Demikian kaku dan tegar. Basahnya batang kerana cairan birahi istriku membuat batang itu mengkilat dan menunjukkan lingkaran urat-uratnya.

‘Mbbakk.. aku mau keluarr, mmbaakk akuu mau keluarr .. Terruusszz mbakk, eennakk, eennaakk .. Teruuss’, yang dijawab dengan parau oleh istriku, ‘Maass.. Aku jugaa, akuu mau keluarr.. Bareengg yaa. Keluarr barengg .. baarreengg.. aasszzhh..’, dan tak terelakkan lagi simponi rintihan dan erang nikmat yang kemudian di akhiri teriakkan kemenangan dari jantan dan betina ini gegap gempita memenuhi ruang pengantin yang sempit itu. Keduanya bersama-sama meregang. Keduanya menumpahkan cairan-cairan dalam jumlah yang sangat banyak. Pemompaan yang belum kunjung berhenti itu membuat cairan-cairan keduanya terdesak keluar. Busa dan lelehan sperma muncrat akibat dari jepitan antara kontol dan dinding vagina di bibir kemaluan istriku. Cairan itu muncrat-muncrat saat kontol mendorong kedalam liang vagina. Bibir vagina terseret keluar bersama tarikan batang kontol membawa busa dan cairan yang langsung menebar ke kanan dan kiri bibir vagina. Kocokkan tak kunjung henti mengikuti kegaduhan yang keluar dari mulut istriku dan lelaki itu.

Ketika tiba saatnya reda, yang terdengar hanyalah tarikan nafas-nafas panjang. Istriku meletakkan kepala lelahnya di dada tamu asingnya. Dan lelaki itu membuka tangan dan kaki telanjangnya untuk mencari dingin. Keringat keduanya membasahi tempat tidur. Nampak spreinya basah dan berserak terangkat dari jepitan kasur. Bantal-bantalnya jatuh ke lantai. Kegaduhan lenyap diganti keheningan di antara nafas-nafas jantan betina itu. Mereka telah meraih puncak kepuasan birahi. Bagi istriku, itu merupakan puncak penyelewengannya yang paling memuaskan.

 

 

baca juga :

Author: 

Related Posts

Comments are closed.