Kenikmatan Sesaat Dari Mamah Sisil

Kenikmatan Sesaat Dari Mamah Sisilby on.Kenikmatan Sesaat Dari Mamah SisilKenikmatan Sesaat Dari Mamah Sisil – Perkenalkan namaku Firin, saat ini umurku 16 tahun,aku sekolah di SMA negri terkenal di bogor. Aku memilki perawakan tinggi, ganteng, kulit putih bersih, dan wajah yang manis kata teman-temanku disekolah. Tapi sayang aku orang yang sangat pemalu. Wajahku selalu memerah ketika aku didekati oleh seorang cewek dan keringatku pun langsung […]

Kenikmatan Sesaat Dari Mamah Sisil – Perkenalkan namaku Firin, saat ini umurku 16 tahun,aku sekolah di SMA negri terkenal di bogor. Aku memilki perawakan tinggi, ganteng, kulit putih bersih, dan wajah yang manis kata teman-temanku disekolah. Tapi sayang aku orang yang sangat pemalu. Wajahku selalu memerah ketika aku didekati oleh seorang cewek dan keringatku pun langsung bercucuran keluar. Aku berusaha menghilangkan sifat pemaluku itu, tapi aku tetap saja gak bisa, entah apa yang terjadi, mungkin bawaab lahir kali ya.

 

Nah disekolahan aku mempunyai teman wanita yang sangat dekat denganku, namanya Sisil. Sisil ini termasuk deretan gadis cantik yang ada disekolahku. Dia tinggi, tubuhnya langsing ketat, kulitnya putih mulus, badannya juga seksi, hidungnya mancung dan yang pasti wajahnya sangatlah istimewa sehingga menjadi cewek cantik disekolahku. Aku bisa menjadi dekat dengan Sisil kaSisil sejak dulu aku sering mengajarinya tentang pelajaran. Kita juga sering satu kelompok jika ada tugas-tugas dari sekolahan. Dari kebiasaan kita bersama itu akhirnya Sisil mnjadi teman wanita yang paling dekat denganku. tapi tetapsaja aku tidak bisa menghilangkan rasa pemaluku, walaupun sudah berteman lama dan sudah dekat.

Bu Rida adalah mamah dari Sisil, umurnya belum terlalu tua siih baru sekitar 38 tahunan. Tapi bu Rida ini memilki wajah yang kelihatan masih muda, tubuhnya juga bahenol untuk wanita seumuran dia. Aku mengetahuinya saat aku maen dirumah Sisil dan Sisil pun mengenalkan mamahnya kepadaku, sehingga kami pun lama-lama menjadi kenal dan semakin akrab. Bu Rida ini mempunyai payudara yang lumayan besar sekitar 36B dan pantatnya kelihatan meruncing kebelakang Woooh montok sekali pantat bu Rida ucapku dalam hati ketika aku maen dirumah Sisil.

Waktu itu dari sekolahan diberi tugas yang lumayan sulit, dan setelah melihat soal itu ternyata Sisil mengalami kesulitan. Dan seperti biasanya ketika Sisil mengalami kesulitan dia pasti langsung menghampiriku dan meminta tolong kepadaku. “Firin soalnya nie sulit banget, nanti bantuin ngerjakan yaa” pinta Sisil. “Iyha gampang Mir, seperti biasanya gimana” jawabku. “Gimana kalau nanti kita ngerjain tugasnya dirumahku Firin??” tanya Sisil. “Ya gak papa siih kalau itu yang kamu inginkan Mir, nanti jam berapa Mir???” tanyaku. “Iyha nanti agak sorean gimana Firin?? nanti aku telpon deeh” jawab Sisil. “Oke siipp deeh, nanti kutunggu telpon kamu Mir” jawabku. “Oke Firin, makasih ya yan, kamu ganteng deeh” ucap Sisil. Dan seketika ketika mendengar Sisil berkata seperti itu wajahku langsung memerah dan aku tidak menjawabnya. Akhirnya aku pulang rumah dan menunggu telpon dari Sisil. Dan tak lama akhirnya HP ku berbunyi dan setelah kulihat ternyata telpon dari Sisil, dan setelah aku angkat Sisil menyuruhku kerumahnya sekarang, dan aku angsung ganti baju dan langsung bergegas menuju kerumahnya.

Saat aku masuk,aku disambut oleh Sisil dan ibunya,aku tertegun melihat keduanya,Bu Rida sama cantiknya dengan Sisil,umurnya sudah 36 tahun,tapi wajahnya tetap cantik,tubuhnya ramping,payudara agak besar,dan kulit putihnya tak seperti ibu yang sudah memiliki anak,Penisku berdiri keras melihat keduanya.Nafsuku meningkat drastis. Akupun diajak ke kamar Sisil,sempat aku deg-degan berduaan bersama Sisil,tapi nafsuku sangat,akupun berusaha menahan nafsuku dan membantu Sisil mengerjakan pekerjaan yang memang disuruh,kami duduk di meja berhadapan.

Selama pekerjaan banyak kukeluarkan godaan padanya disertai candaan,membuatnya tersenyum malu dan mukanya memerah,membuatku terpesona padanya,wajahku yang disebut ganteng oleh teman -temanku sering dilirik oleh Sisil. Jam 3 pekerjaan kami sudah selesai,sedangkan aku menyuruh untuk dijemput jam 5,akupun disuruh menemani Sisil dulu,sambil menunggu jemputan.
“Firin,hari ini kita kerja kelompok di rumahku, ya?”Sisil datang ke arahku

“Oke,deh, jam berapa?”Tanyaku disertai anggukan

“Hmmm jam 1 deh, kira-kira sampai jam 5?Jawabnya disertai senyuman manis

Akupun mengangguk dengan senyum,Sisil memang gadis paling cantik di kelasku,wajahnya manis,imut,dan cantik,tapi tubuhnya sangatlah indah,dengan payudara sedang,kulit putih,dan pantat berisi,banyak yang benar-benar jatuh cinta padanya,termasuk aku,ataupun orang yang hanya nafsu melihatnya dan menggodanya.Aku sungguh beruntung,Bu Selvi memilihkan kelompokku,aku dan Sisil,banyak teman yang iri padaku.

Setelah pulang sekolah,aku sempat beronani mengingat Sisil,lalu aku naik ke mobilku yang dikendarai sopirku.

“Bang,nanti pulang jam 5,jangan jemput sebelum jam 5,ya?”Kataku pada sopirku

“Oke,deh”

Sampai di rumahnya,aku masuk ke rumahnya yang cukup besar,maklum ayah Sisil pengusaha sibuk yang di rumah pada malam hari,sementara ibu Sisil,Bu Rida,seorang ibu rumah tangga. Saat aku masuk,aku disambut oleh Sisil dan ibunya,aku tertegun melihat keduanya,Bu Rida sama cantiknya dengan Sisil,umurnya sudah 36 tahun,tapi wajahnya tetap cantik,tubuhnya ramping,payudara agak besar,dan kulit putihnya tak seperti ibu yang sudah memiliki anak,Penisku berdiri keras melihat keduanya.Nafsuku meningkat drastis.

Akupun diajak ke kamar Sisil, sempat aku deg-degan berduaan bersama Sisil, tapi aku sangat Nafsu, akupun berusaha menahan nafsuku dan membantu Sisil mengerjakan pekerjaan yang memang disuruh,kami duduk di meja berhadapan. Selama pekerjaan banyak kukeluarkan godaan padanya disertai candaan,membuatnya tersenyum malu dan mukanya memerah,membuatku terpesona padanya,wajahku yang disebut ganteng oleh teman -temanku sering dilirik oleh Sisil.Jam 3 pekerjaan kami sudah selesai,sedangkan aku menyuruh untuk dijemput jam 5,akupun disuruh menemani Sisil dulu,sambil menunggu jemputan.

“Firin,kamu lucu banget,ya?”

“Oh,tentu,dong”Jawabku bangga

“Tapi kamu juga ganteng”

“Ahh,kamu juga cantik,kok”Jawabku romantis.

Kini kami berpandangan,kuletakkan tanganku pada tangan lembutnya di atas meja,lalu aku duduk di sebelahnya,kumajukan kepalaku ke kepalanya,dia tampak diam saja,kini kami berciuman romantis,bibirnya terasa hangat,kukulum bibirnya selama 5 menit, kaSisil sudah bRidafsu kucoba meremas payudaranya dengan perlahan dan lembut, saat tanganku menyentuh payudaranya,dia tampak membiarkan saja,sehingga kini kami berciuman sambil tanganku meremas payudaranya.

Sekitar 5 menit lagi kami melakukan begitu, lalu tiba-tiba pintu kamar dibuka, segera kulepaskan ciumanku dan kembali seperti tak terjadi apa-apa, sungguh sayang pikirku dalam hati. Bu Rida masuk dan berkata

“Sisil,kamu dipanggil papa ke kantor,ada urusan penting”

Sisil semula menolak tapi setelah dipaksa diapun setuju, sementara kini Bu Rida duduk di sebelahku, tangannya diletakkan di pahaku Penisku mengeras dengan cepat, dan diapun berkata

“Nak Firin,tadi tante lihat,kok apa yang kamu lakukan sama Sisil”

“Hmm,Hmmmm”Aku takut dan gugup takut dimarahi

“Gak apa-apa,kok,tante gak nyalahin kamu,tubuh Sisil memang menggairahkan,sih”

Aku agak kaget mendengar itu

“Firin,kamu tahu,gak?Tante sekarang nafsu,nih melihat kalian tadi berciuman dan remas”

Aku pura-pura kebingungan,tapi aku nafsu mendengarnya.

Kini tangannya yang diletakkan di pahaku mengelus – elus lembut Penisku sementara dia menuntun tanganku ke payudaranya,lalu dia mengarahkan kepalanya ke kepalaku,lalu kami berciuman lembut,tanganku kini mulai meremas payudaranya yang masih kencang,lalu Bu Rida membuka celanaku sambil aku membuka bajunya,kini Penisku terpampang,dia agak kaget dengan ukurannya,lalu akupun membuka bajunya dan BHnya,payudaranya memiliki puting kecoklatan dan masih kencang,langsung saja dia mengulum Penisku yang mengarah ke atas kaSisil kami masih duduk,kulumannya sungguh enak,membuatku memejamkan mata sambil meremas payudaranya.

Kini kubuka celananya,lalu celana dalamnya yang sudah basah,terlihatlah Memeknya yang masih indah meskipun sudah mempunyai dua anak,masih berwarna kemerahan dengan bulu halus yang dicukur rapi,akupun menjilat Memeknya,sangat nikmat dan harum,jilatanku semakin membuat Memeknya basah,dia meronta-ronta kegelian dan kenikmatan,kini aku kembali duduk di kursi, Bu Rida naik ke pangkuanku,dia memaskan Memeknya pada Penisku,lalu kuletakkan tanganku di pinggulnya,kini Penisku sudah masuk di Memek Bu Rida,pertama perlahan,lalu semakin cepat,aku menaikturunkan tubuh Bu Rida dengan cepat,membuat dia memejamkan mata dan Memeknya semakin basah,kurasakan Penisku dipijat oleh otot Memeknya,sangat nikmat sehingga mebuatku mendesah kenikmatan,sementara kunaikturunkan tubuh seksinya dengan cepat.

“Ahhhh,Akkkhhh,Sssst,enak,Firin,terus,Ahhhh”

Memeknya mengeluarkan cairan hangat yang membasahi Penisku,lalu kupelankan sedikit kaSisil aku sudah merasa mau keluar,kuangkat tubuhnya ke kursi sebelah,lalu kusodorkan Penisku padanya,dia mengocoknya,lalu keluarlah spermaku yang membasahi mukanya.

“Tante belum puas,Firin,kamu masih ingin,gak?”

“Iya,tante”

Akupun mengangkat tubuhnya,kubaringkan ke kasur,dia membuka lebar kakinya,kuperhatikan Memeknya yang sudah sangat basah,sangat indah,

“Ngapain kamu,Firin?Ayo cepat tancapkan”

“Iya,tante”

Dia menuntun Penisku masuk dalam Memeknya,setelah masuk,kumajumundurkan dengan cepat membuatnya mengejang dan mendesah kenikmatan,pijatan Memeknya pada Penisku semakin keras dan nikmat,membuatku memejamkan mata menikmati Memeknya,

“Ahhhh,Ehhhm,Akkkkk,Ahhhhhhh”

Desahan Bu Rida menambah nafsuku,tubuh dan wajah keringatnya menambah nafsuku,membuat dia mendesah lebih keras

“Akkkh,Firin,tante mau keluar”

Memek Bu Rida mengeluarkan cairan hangat yang juga berjumlah banyak,kukeluarkan Penisku dari Memeknya yang dari tadi memijat nikmat Penisku,lalu kusodorkan padanya,kocokan Bu Rida sangat enak,sehingga 1 menit kemudian spermaku keluar dengan deras lagi,lalu Bu Rida membersihkannya dengan mulutnya,kami terbaring dalam keadaan telanjang sambil berpelukan

“Gila,tante belum pernah secapek ini,Firin,juga belum pRidah senikmat ini”

Aku tersenyum mendengarnya,lalu kami segera membersihkan bekas orgasme Bu Rida dan spermaku,lalu kami berpakaian kembali lalu melakukan fMirch kiss,nafsuku naik lagi,ingin aku melanjutkannya di kamar mandi,akupun mengajak Bu Rida,dia setuju,lalu kami melakukannya lagi di kamar mandi sampai jam 04.30,Sisil pulang kembali ke rumah dan kami berbincang – bincang seperti tak terjadi apa -apa. Sejak kejadian itu aku semakin sering main ke rumah Sisil,dan tentu saja menikmati Bu Rida,ibunya sudah kunikmati,sisa anaknya.

 

baca juga :

Author: 

Related Posts

Comments are closed.